Tampilkan postingan dengan label ADSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ADSI. Tampilkan semua postingan

Asumsi Peran Sistem Analis

Sistem Analisis dan Desain
Oleh Kendall
Edisi keenam

Topik utama
sistem informasi
Fase analisis dan desain
sistem pemeliharaan
CASE tools
alternatif metodologi
informasi
Informasi adalah sumber daya organisasi, yang harus dikelola sebagai sumber-sumber lain dengan hati-hati.
Biaya yang berhubungan dengan pengolahan informasi.
Pengolahan informasi harus dikelola untuk mengambil keuntungan penuh dari potensinya.
kategori
Sistem informasi jatuh ke dalam salah satu dari delapan kategori berikut:
Sistem pemrosesan transaksi (TPS).
Sistem otomatisasi kantor (OAS).
Pengetahuan kerja sistem (KWS).
Sistem informasi manajemen (MIS).
Keputusan mendukung sistem (DSS).
Sistem pakar (ES) dan Kecerdasan Buatan (AI).
Sistem pendukung keputusan kelompok (GDSS) dan Computer-Didukung Sistem Kerja Kolaborasi.
Eksekutif mendukung sistem (EES).
Teknologi baru
Teknologi baru yang terintegrasi ke dalam sistem tradisional:
E-commerce menggunakan Web untuk melakukan kegiatan usaha.
Enterprise Resource Planning (ERP) memiliki tujuan untuk mengintegrasikan banyak sistem informasi yang berbeda dalam perusahaan itu.
Wireless dan perangkat genggam, termasuk mobile commerce (mcommerce).
Perangkat lunak open source.

Keuntungan dari Menggunakan Web
Manfaat menggunakan Web adalah:
Meningkatkan kesadaran akan ketersediaan layanan, produk, industri, orang, atau kelompok.
24-jam akses bagi pengguna.
Standar desain antarmuka.
Menciptakan sistem global
Sifat Analisis dan Desain
Analisis sistem dan desain adalah pendekatan sistematis untuk:
Mengidentifikasi masalah, peluang, dan tujuan.
Menganalisa informasi mengalir dalam organisasi.
Merancang sistem informasi terkomputerisasi untuk memecahkan masalah.

sistem Analis
Sistem analis bertindak sebagai:
Konsultan luar untuk bisnis.
Mendukung ahli dalam bisnis.
Sebagai agen perubahan.
Analis pemecah masalah, dan memerlukan keterampilan komunikasi.
Analis harus etis dengan pengguna dan pelanggan.

Untuk selengkapnya dapat anda ambil pada link di bawah ini :
http://www.ziddu.com/download/17976754/assumingtherole.ppt.html

Pentingnya Komunikasi Dalam Organisasi

Kajian KOMUNIKASI dalam ORGANISASI

Sebelum membahas pengertian komunikasi organisasi sebaiknya kita uraikan terminologi yang melekat pada konteks komunikasi organisasi, yaitu komunikasi dan organisasi. Komunikasi berasal dari bahasa latin “communis” atau ‘common” dalam Bahasa Inggris yang berarti sama. Berkomunikasi berarti kita berusaha untuk mencapai kesamaan makna, “commonness”. Atau dengan ungkapan yang lain, melalui komunikasi kita mencoba berbagi informasi, gagasan atau sikap kita dengan partisipan lainnya. Kendala utama dalam berkomunikasi adalah seringkali kita mempunyai makna yang berbeda terhadap lambang yang sama.

Manusia di dalam kehidupannya harus berkomunikasi, artinya memerlukan orang lain dan membutuhkan kelompok atau masyarakat untuk saling berinteraksi. Hal ini merupakan suatu hakekat bahwa sebagian besar pribadi manusia terbentuk dari hasil integrasi sosial dengan sesama dalam kelompok dan masyarakat. Di dalam kelompok/organisasi itu selalu terdapat bentuk kepemimpinan yang merupakan masalah penting untuk kelangsungan hidup kelompok, yang terdiri dari pemimpin dan bawahan/karyawan. Di antara kedua belah pihak harus ada two-way-communications atau komunikasi dua arah atau komunikasi timbal balik, untuk itu diperlukan adanya kerja sama yang diharapkan untuk mencapai cita-cita, baik cita-cita pribadi, maupun kelompok, untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Kerja sama tersebut terdiri dari berbagai maksud yang meliputi hubungan sosial/kebudayaan. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan.

Bila sasaran komunikasi dapat diterapkan dalam suatu organisasi baik organisasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, maupun organisasi perusahaan, maka sasaran yang dituju pun akan beraneka ragam, tapi tujuan utamanya tentulah untuk mempersatukan individu-individu yang tergabung dalam organisasi tersebut. Berdasarkan sifat komunikasi dan jumlah komunikasi menurut Onong Uchyana Effendi, dalam bukunya “Dimensi-Dimensi Komunikasi” hal. 50, komunikasi dapat digolongkan ke dalam tiga kategori:
  1. Komunikasi antar pribadi, Komunikasi ini penerapannya antara pribadi/individu dalam usaha menyampaikan informasi yang dimaksudkan untuk mencapai kesamaan pengertian, sehingga dengan demikian dapat tercapai keinginan bersama.
  2. Komunikasi kelompok, pada prinsipnya dalam melakukan suatu komunikasi yang ditekankan adalah faktor kelompok, sehingga komunikasi menjadi lebih luas. Dalam usaha menyampaikan informasi, komunikasi dalam kelompok tidak seperti komunikasi antar pribadi.
  3. Komunikasi massa, komunikasi massa dilakukan dengan melalui alat, yaitu media massa yang meliputi cetak dan elektronik.
Dalam melakukan komunikasi organisasi, Steward L.Tubbs dan Sylvia Moss dalam Human Communication menguraikan adanya 3 (tiga) model dalam komunikasi:
  1. Model komunikasi linier (one-way communication), dalam model ini komunikator memberikan suatu stimuli dan komunikan melakukan respon yang diharapkan tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi. Komunikasinya bersifat monolog.
  2. Model komunikasi interaksional. Sebagai kelanjutan dari model yang pertama, pada tahap ini sudah terjadi feedback atau umpan balik. Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, di mana setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada satu saat bertindak sebagai komunikator, pada saat yang lain bertindak sebagai komunikan.
  3. Model komunikasi transaksional. Dalam model ini komunikasi hanya dapat dipahami dalam konteks hubungan (relationship) antara dua orang atau lebih. Pandangan ini menekankan bahwa semua perilaku adalah komunikatif. Tidak ada satupun yang tidak dapat dikomunikasikan.

Mengenai organisasi, salah satu definisi menyebutkan bahwa organisasi merupakan suatu kumpulan atau sistem individual yang melalui suatu hirarki/jenjang dan pembagian kerja, berupaya mencapai tujuan yang ditetapkan. Dari batasan tersebut dapat digambarkan bahwa dalam suatu organisasi mensyaratkan:
  1. Adanya suatu jenjang jabatan ataupun kedudukan yang memungkinkan semua individu dalam organisasi tersebut memiliki perbedaan posisi yang jelas, seperti pimpinan, staff pimpinan dan karyawan.
  2. Adanya pembagian kerja, dalam arti setiap orang dalam sebuah institusi baik yang komersial maupun sosial, memiliki satu bidang pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya.

Dengan landasan konsep-konsep komunikasi dan organisasi sebagaimana yang telah diuraikan, maka kita dapat memberi batasan tentang komunikasi dalam organisasi secara sederhana, yaitu komunikasi antarmanusia (human communication) yang terjadi dalam kontek organisasi. Atau dengan meminjam definisi dari Goldhaber, komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergabung satu sama lain (the flow of messages within a network of interdependent relationships).

Pentingnya Komunikasi Dalam Organisasi

Sebagaimana telah disebut terdahulu, bahwa arus komunikasi dalam organisasi meliputi komunikasi vertikal dan komunikasi horisontal. Masing-masing arus komunikasi tersebut mempunyai perbedaan fungsi yang sangat tegas. Ronald Adler dan George Rodman dalam buku Understanding Human Communication, mencoba menguraikan masing-masing, fungsi dari kedua arus komunikasi dalam organisasi tersebut sebagai berikut:
1. Downward communication, yaitu komunikasi yang berlangsung ketika orang-orang yang berada pada tataran manajemen mengirimkan pesan kepada bawahannya. Fungsi arus komunikasi dari atas ke bawah ini adalah:
  • Pemberian atau penyimpanan instruksi kerja (job instruction)
  • Penjelasan dari pimpinan tentang mengapa suatu tugas perlu untuk dilaksanakan (job retionnale)
  • Penyampaian informasi mengenai peraturan-peraturan yang berlaku (procedures and practices)
  • Pemberian motivasi kepada karyawan untuk bekerja lebih baik.
2. Upward communication, yaitu komunikasi yang terjadi ketika bawahan (subordinate) mengirim pesan kepada atasannya. Fungsi arus komunikasi dari bawah ke atas ini adalah:
  • Penyampaian informai tentang pekerjaan pekerjaan ataupun tugas yang sudah dilaksanakan
  • Penyampaian informasi tentang persoalan-persoalan pekerjaan ataupun tugas yang tidak dapat diselesaikan oleh bawahan
  • Penyampaian saran-saran perbaikan dari bawahan
  • Penyampaian keluhan dari bawahan tentang dirinya sendiri maupun pekerjaannya.
3. Horizontal communication, yaitu tindak komunikasi ini berlangsung di antara para karyawan ataupun bagian yang memiliki kedudukan yang setara. Fungsi arus komunikasi horisontal ini adalah:
  • Memperbaiki koordinasi tugas
  • Upaya pemecahan masalah
  • Saling berbagi informasi
  • Upaya pemecahan konflik
  • Membina hubungan melalui kegiatan bersama.

Proses Komunikasi
Pada tataran teoritis, paling tidak kita mengenal atau memahami komunikasi dari dua perspektif, yaitu:


Untuk selengkapnya dapat di ambil pada link di bawah ini :
http://www.ziddu.com/download/17976679/komunikasi-dalam-organisasi.doc.html

Perilaku Individu dan Pengaruhnya terhadap Organisai

PERILAKU INDIVIDU DAN PENGARUHNYA TERHADAP ORGANISASI
Variabel yang Mempengaruhi Perilaku Organisasi
A. Variabel-Variabel Dependen
Yaitu factor-faktor kunci yang ingin dijelaskan atau diperkirakan dan yang
terpengaruh sejumlah factor lain (suatu respons yang dipengaruhi oleh suatu variable
bebas.
Variabel-variabel dependen tersebut antara lain :
1. Produktivitas
Yaitu suatu ukuran kinerja yang mempengaruhi keefektifan dan efisiensi.
2. Keabsenan (kemangkiran)
Yaitu gagal atau tidak melapor untuk bekerja
3. Pengunduran diri (keluar masuknya karyawan)
Yaitu penarikan diri secara sukarela dan tidak sukarela dari suatu organisasi
4. Kepuasan kerja
Yaitu suatu sikap umum terhadap pekerjaan seseorang atau selisih antara
banyaknya ganjaran yang diterima seorang pekerja dan banyaknya yang mereka
yakini seharusnya mereka terima.
B. Variabel-Variabel Independen
1. Variabel-variabel level individu
a. Usia c. Status perkawinan
b. Jenis kelamin d. Masa kerja
2. Variabel-variabel level kelompok
3. Variabel-variabel level system organisasi
Stress Individu
Stress adalah tekanan atau ketegangan yang dihadapi seseorang dan mempengaruhi
emosi, pikiran, serta kondisi keseluruhan dari orang tersebut.
Faktor pemicu stress disebut stressor
Stressor dibagi menjadi dua, antara lain :
1. Stressor On The Job (dari dalam lingkungan pekerjaan)
a) Beban kerja berlebih (overload)
b) Desakan waktu (deadline)
c) Kualitas pembimbingan rendah/low supervise
d) Iklim politis tidak aman/low comfort
e) Umpan balik kerja rendah/low feedback
f) Wewenang tidak memadai/low authority
g) Ketidakjelasan peranan/role ambiguity
h) Frustasi/putus asa
i) Konflik antar pribadi atau kelompok
j) Perbedaan nilai individu dan organisasi
k) Perubahan situasi kantor yang mengejutkan
2. Stressor Off The Job (dari luar lingkungan pekerjaan)
a) Krisis keuangan pribadi atau keluarga
b) Permasalahan-permasalahan tentang anak
c) Permasalahan-permasalahan tentang fisik
d) Permasalahan-permasalahan dalam perkawinan
e) Perubahan situasi rumah atau lingkungan
f) Permasalahan-permasalahan lainnya
Dampak stressor dipengaruhi oleh berbagai factor yaitu :
1. Sifat stressor
Yaitu pengetahuan individu tentang stressor tersebut dan pengaruhnya pada individu
tersebut.
2. Jumlah stressor
Yaitu banyaknya stressor yang diterima individu dalam waktu bersamaan.
3. Lama stressor
Yaitu seberapa sering individu menerima stressor yang sama
4. Pengalaman masa lalu
5. Tingkat perkembangan

Untuk selengkapnya dapat di ambil pada link di bawah ini :
http://www.ziddu.com/download/17976617/PERILAKUINDIVIDUDANPENGARUHNYATERHADAPORGANISASI.pdf.html

Latihan Analisa Sistem

LATIHAN ANALISA SISTEM

TAHAP ANALISA SISTEM
Digunakan untuk mendefinisikan dan menggambarkan kebutuhan pemakai secara detil, waktu spesifik dan hambatan biaya
Mengikuti perencanaan sistem dan dilanjutkan rancangan sistem general
Tugas utama analisa sistem mencakup :
  • Menetapkan ruang lingkup sistem
  • Mengumpulkan fakta studi
  • Menganalisis fakta studi
  • Mengkomunikasikan penemuan melalui LAPORAN ANALISIS SISTEM
Sistem analis yang sukses bergantung pada :
  • Fakta studi yang komprehensif
  • Teknik untuk mengumpulkan fakta studi
  • Keterlibatan penuh pemakai
  • Perangkat pemodelan untuk menganalisis
  • Iterasi
Penggunaan metode kuno untuk mengembangkan sistem


Penggunaan metodologi, perangkat pemodelan dan teknik yang kuno, metodologi yg tidak jelas atau didefinisikan kurang baik, template diagram alur, cara lama dan penggunaan banyak kertas, sistem yang dihasilkan akan :
  • Sulit untuk dipelihara
  • Tidak dapat digunakan tanpa perbaikan besar
  • Tidak dapat diandalkan
  • Sulit untuk dikembangkan
Penggunaan metode modern untuk mengurangi metode kuno : JAD, Teknologi CASE, Diagram Jackson, W/O, Tim SWAT (Specialist With Advanced Tools)
(Alat & Teknik/metode setiap Tahap)

FAKTA STUDI ANALISA SISTEM
Suatu bagian dari informasi yang memperlihatkan realita, situasi dan hubungan yang menjamin analisis dan memodelkan secara cermat
Fakta studi berasal dari 3 sumber yaitu :
Sistem sekarang
Pro kontra dari menganalisis sistem yang sekarang, seorang analis tidak selalu diberi kesempatan untuk membangun sebuah sistem dari awal.
Timbul analisis :
  • Apa peranan sistem yg sekarang dengan sistem yang baru ?
  • Apakah sistem yg sekarang baik ? Cukup baik ?
  • Apakah sebaiknya menganalisis dan memodelkan sistem yg sekarang ?
  • Bila ya, apakah sub sistem dalam sistem yg sekarang dianalisa ?
Keuntungan Menganalisis sistem yang sekarang :
  • Menentukan apakah sistem tersebut memuaskan, memerlukan perbaikan kecil/besar atau diganti
  • Membantu analisis untuk mengidentifikasikan sumber yang tersedia untuk sistem yang baru
Kerugian Menganalisis sistem yang sekarang :
  • Sistem yang baru tidak relevan
  • Menghasilkan hambatan yang tidak perlu atau hambatan buatan yang dimasukkan dalam rancangan dari sistem yg baru
Sumber internal, sumber yg paling penting adalah orang-orang yang akan menggunakan sistem yang baru, sumber berikutnya bergantung dari pekerjaan pada kertas atau dokumen dalam organisasi
Sumber eksternal, untuk melakukan pertukaran pengalaman sistem informasi dan merekomendasikan cara yg baik melalui membentuk grup, sponsor, seminar

Teknik utama yang digunakan :
  • Wawancara
  • Sebuah pertukaran informasi
  • Direncanakan dan mempunyai kegunaan spesifik
  • Sebuah mekanisme umpan bail dan jalan yg utama untuk mengumpulkan fakta studi saat digunakan dalam tahap analisis sistem

untuk selengkapnya dapat di lihat pada dokumen berikut ini :
http://www.ziddu.com/download/17976591/MateriLatihanAnalisaSistem.pdf.html

Perilaku Dalam Suatu Organisasi

Keselarasan Tujuan

Manajemen puncak menginginkan agar organisasi dapat mencapai tujuan organisasi, tetapi anggota individual organisasi mempunyai tujuan pribadi masing–masing yang tidak selalu konsisten dengan tujuan organisasi. Dengan demikian, tujuan utama dari sistem pengendalian manajemen adalah memastikan tingkat keselarasan tujuan yang tinggi.

Sistem pengendalian yang memadai setidaknya tidak akan mendorong individu untuk bertindak melawan kepentingan organisasi

Faktor- Faktor Informal Yang Mempengaruhi Keselarasan Tujuan
1. Faktor-Faktor Eksternal = Etos Kerja
Diwujudkan melalui loyalitas pegawai terhadap organisasi, keuletan, semangat, dan juga kebanggaan yang dimiliki oleh pegawai dalam menjalankan tugas.

2. Faktor-Faktor Internal
a. Budaya
b. Gaya Manajemen
c. Organisasi Informal
d. Persepsi dan Komunikasi
Sistem Pengendalian Formal
Sistem ini diklasifikasikan kedalam 2 jenis, yaitu :
Aturan – Aturan = Pedoman
Biasanya bersifat jangka panjang.
Beberapa jenis aturan,yaitu :
Pengendalian Fisik, Manual, Pengamanan Sistem, dan Sistem Pengendalian Tugas.

Proses Kendali Secara Formal (lihat tampilan 3.1 hal 117)
Jika memuaskan, maka pusat tanggung jawab menerima umpan balik dalam bentuk pujian atau penghargaan lain. Dan sebaliknya.
Jenis-Jenis Organisasi
Organisasi dikelompokkan ke dalam 3 kategori umum :
Struktur fungsional, setiap manajer bertanggungjawab atas fungsi-fungsi yang terspesialisasi seperti produksi atau pemasaran.
Struktur unit bisnis, para unit manajer bertanggungjawab atas aktivitas-aktivitas dari masing-masing unit, dan unit bisnis berfungsi sebagai bagian yang semi-independen dari perusahaan.
Struktur matriks, unit-unit fungsional memiliki tanggungjawab ganda
Fungsi Kontroler
Orang yang bertanggungjawab dalam merancangdan mengoperasikan sistem pengendalian manajemen disebut kontroler (CEO).

Kontroler biasanya menjalankan fungsi-fungsi sbb;
Merancang dan mengoperasikan informasi serta sistem pengendalian.

untuk lebih lengkapnya silahkan download dokumen di bawah ini :
http://www.ziddu.com/download/17976547/PERILAKU_DALAM_ORGANISASI.ppt.html

Penting dan Perlunya Feedback dalam Organisasi

Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut. Pengertian komunikasi itu sendiri adalah sebuah proses penyampaian informasi, gagasan, ide, emosi, dll kepada orang yang dituju dengan menggunakan sebuah sarana dan memiliki akibat tertentu atau hasil, (who? says what? in which channel? to whom? with what effect?). (Lasswell 1960).
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki olehnya. Komunikasi juga merupakan sarana yang paling vital untuk membangun konsep diri, untuk dapat mengerti diri kita sendiri, memahami orang lain dan memahami lingkungan. selain itu komunikasi juga dapat berfungsi meluruskan masalah, dengan komunikasi yang baik terhadap sesama manusia, kita dapat memperkecil terjadinya kesalahpahaman.
Dalam keidupan sehari hari kita selalu berkomunikasi untuk menyampaikan kinginan kita kepada orang lain. begitu pula dalam suatu organisasi. Dibutuhkan komunikasi yang baik antara pemimpin dan pengurus yang lain agar organisasi itu tetap solid. Pemimpin harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dalam menyampaikan program-program kerjanya kepada para pengurus lainnya. Sesama pengurus pun harus memiliki hubungan komunikasi yang baik, agar tidak terjadi kesalahpahaman dan dapat menjalankan tugas dengan baik dan tidak saling tuding jika ada kesalahpahaman diantara pengurus. Sebagai contoh jika ada salah seorang pengurus yang memiliki tanggung jawab menyelesaikan tugasnya dalam organisasi tersebut, ternyata dia memiliki kendala atau tidak dapat menyelesaikan tugasnya sendiri karena ada pekerjaan lain, maka pengurus tersebut harus menyampaikan (komunikasi) dengan pengurus lain. agar pengurus lain dapat mengerti akan permasalahannya dan dapat membackup pekerjannnya sementara. Dengan adanya komunikasi yang baik maka tidak akan terjadi saling lempar tanggung jawab diantara pengurus tersebut. dan dengan komunikasi yang baik pula suatu organisasi dapat berkembang serta dapat menyelesaikan program kerjanya dengan baik. selain itu akan ada rasa kepemilikan yang besar terhadap organisasi tersebut maupun terhadap sesama pengurus.
Untuk menjaga agar komunikasi dalam berorganisasi tetap baik, maka komunikasi harus memiliki komponen-komponen. Menurut Laswell komponen-komponen komunikasi adalah:
Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada pihak lain.
Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. Saluran dapat berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang disampaikannya.
Berdasarkan komponen menurut Laswell tersebut, proses komunikasi dalam organisasi bisa digambarkan sebagai berikut. Komunikator (misalnya pemimpin) yang mempunyai maksud berkomunikasi menyampaikan pesan kepada para pengurus. Pesan itu disampaikan atau disalurkan melalui sebuah media baik secara langsung maupun tidak langsung. komunikan (pengurus) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang diterimanya ke dalam bahsa yang dapat dimengerti olehnya. kemudian komunikan memberikan feedback atau umpan balik atas pesan yang diterima olehnya


untuk lebih lengkapnya bisa di download di bawah ini :
http://www.ziddu.com/download/17976370/perlunyafeedbackuntukorganisasi.doc.html

Konsep dasar Sistem Informasi

KONSEP DASAR
Gambaran Sistem Informasi
Sistem reservasi di pesawat
Sistem penjualan kredit
Sistem biometrik
Sistem POS
Sistem telemetri
Sistem berbasis kartu cerdas (smart card)
Sistem ditempat publik
Sistem layanan akademis
Sistem Electronic Data Interchange
E-Government
Kemampuan utama Sistem Informasi
Melaksanakan komputasi numerik, bervolume besar, dan
dengan kecepatan tinggi.
Menyediakan komunikasi dalam organisasi atau antar
organisasi yang murah, akurat dan cepat.
Menyimpan informasi dalam jumlah yang sangat besar
dalam ruang yang kecil tetapi mudah diakses.
Memungkinkan pengaksesan informasi yang sangat
banyak di seluruh dunia dengan cepat dan mudah.
Meningkatkan efektivitas dan efisiensi orang-orang yang
bekerja dalam kelompok pada satu tempat atau beberapa
lokasi.
Menyajikan informasi dengan jelas yang menggugah
pikiran manusia.
Mengotomasikan proses-proses bisnis yang semi-otomatis
dan tugas-tugas yang dikerjakan secara manual.
Mempercepat pengetikan dan penyuntingan.
Pembiayaan yang jauh lebih murah daripada pengerjaan
secara manual.
Kemampuan di atas mendukung sasaran bisnis yang
mencakup:
Peningkatan produktivitas.
Pengurangan biaya
Peningkatan pengambilan keputusan
Peningkatan layanan ke pelanggan
Pengembangan aplikasi-aplikasi strategis yang baru
McLeod (1998) mengemukakan 2 alasan mengapa manajemen
informasi menjadi penting:
1. Kegiatan bisnis yang semakin rumit
2. Komputer telah mencapai kemampuan yang semakin
baik.
Faktor yang mempengaruhi bisnis masa sekarang:
Pengaruh ekonomi internasional dan persaingan dunia.
Perkembangan teknologi.
Batas waktu yang semakin singkat.
Kendala sosial.
Manajer harus dapat menjamin bahwa pengaturan terhadap
setiap komponen termasuk teknologi dan SI, dapat terlaksana
dengan baik sesuai visi dan misi.
Ada empat peranan penting sistem informasi dalam perusahaan
(Alter, 1992):
1. Berpartisipasi dalam pelaksanaan tugas-tugas.
2. Mengaitkan perencanaan pengerjaan, dan pengendalian
dalam sebuah subsistem.
3. Mengkoordinasikan subsistem.
4. Mengintegrasikan subsistem.
Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi tidak harus melibatkan komputer.
Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS)
Komponen CBIS : manusia, komputer, teknologi
informasi, dan prosedur kerja, serta sesuatu yang
diproses (data menjadi informasi), dan dimaksudkan
untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan.
SI ¹ SIM. SIM merupakan salah satu jenis SI yang secara
khusus ditujuan untuk menghasilkan informasi bagi pihak
manajemen dan untuk pengambil keputusan.

untuk lebih lengkap dapat di download di bawah ini :
http://www.ziddu.com/download/17976309/TranparansiPendahuluanKSILanjut.pdf.html

Analisis Sistem Informasi

Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya.
Disamping itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik. Masalah utamanya adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem baru.

Konsep Dasar Informasi
Terdapat beberapa definisi, antara lain :
a.Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
b.Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian. Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan dilakukan.
c.Data organized to help choose some current or future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called business decision making).

Siklus Informasi
Untuk memperoleh informasi yang bermanfaat bagi penerimanya, perlu untuk dijelaskan bagaimana siklus yang terjadi atau dibutuhkan dalam menghasilkan informasi.
Pertama-tama data dimasukkan ke dalam model yang umumnya memiliki urutan proses tertentu dan pasti, setelah diproses akan dihasilkan informasi tertentu yang bermanfaat bagi penerima (level management) sebagai dasar dalam membuat suatu keputusan atau melakukan tindakan tertentu, Dari keputusan atau tindakan tersebut akan menghasilkan atau diperoleh kejadian-kejadian tertentu yang akan digunakan kembali sebagai data yang nantinya akan dimasukkan ke dalam model (proses), begitu seterusnya.
Dengan demikian akan membentuk suatu siklus informasi (information cycle)atau siklus pengolahan data (data processing cycles)
selengkapnya dapat di download di bawah ini :
http://www.ziddu.com/download/17976206/ANALISISSISTEMINFORMASI.doc.html

Mempersiapkan proposal sistem

Dalam mempersiapkan suatu proposal system informasi perlu di perhatikan beberapa hal. Karena system informasi bisa diartikan memberi system baru di dalam suatu perusahaan yang sebelumnya menggunakan system manual dan beralih ke komputerisasi. Tentu saja banyak hal yang akan di rubah dan hal ini perlu di perhatikan segala aspek-aspeknya, keuntungannya, kerugiannya dan kelanjutan system informasi bagi perusahaan.

Rumusan Masalah
Dalam menentukan proposal system yang perlu diperhatikan diantaranya :
Menentukan kebutuhan Hardware
Menentukan kebutuhan Software
Keputusan untuk leasing, menyewa, atau membeli
Biaya dan pengeluaran tak terduga dan manfaatnya di dalam system
Alternatif lain dengan kata lain system yang lain.

Tujuan
Dalam mempersiapkan proposal system bertujuan untuk memperbarui system yang ada yang di harapkan dapat menambah payback dan benefit perusahaan
Dalam rangka mempersiapkan proposal sistem seorang analis harus menggunakan suatu pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi kebutuhan Sistem Informasi , diantaranya:
Memastikan kebutuhan Hardware dan software
Mengidentifikasi dan meramalkan biaya-biaya serta manfaat
Membandingkan biaya dengan manfaat
Memiilih alternatif yang paling sesuai

A. MEMASTIKAN KEBUTUHAN HARDWARE
1. Memastikan Kebutuhan Hardware dan Software
Langkah-Langkah yang digunakan untuk menentukan kebutuhan perangkat keras dan lunak
Hardware apa saja yang sudah ada sekarang ini.
Arus Perkiraan dan beban kerja yang diproyeksikan untuk sistem
Evaluasi pencapaian beberapa penggunaan Hardware dan software dalam beberapa target yang sudah di tentukan
Memilih vendor untuk evaluasi
2. Inventory Hardware
Ketika memeriksa Hardware yang di periksa adalah :
Jenis peralatan
Status operasi peralatan
Perkiraan/ estimasi lama pakai peralatan
Lama peralatan yang di anggarkan
Lokasi Penempatan peralatan
Departemen Atau Orang yang bertanggung jawab untuk peralatan
Pengaturan keuangan untuk peralatan
3. Mengevaluasi Perangkat keras
Ukuran dalam mengevaluasi Hardware
Waktu yang diperlukan untuk rata-rata transaksi
Total kapasitas/volume sistem
Waktu standby untuk sistem
Ukuran memori penyimpanan yang di sediakan
B. PEMIILIHAN ALTERNATIF
Dalam memilih apakah kita harus membeli, menyewa atau leasing kita dapat memperhatikan keuntungan dan kerugiannya
untuk dokumennya dapat downlaod di sini :
http://www.ziddu.com/download/17975877/Mempersiapkanproposalsystem.doc.html